Sabtu, 12 Oktober 2013

KAMPANYE PENDISTRIBUSIAN KELAMBU MASSAL BERINSEKTISIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONEMBUTE KAB.KONAWE PROV.SULAWESI TENGGARA


Oleh : HUSEN, SKM  (Kepala UPTD Puskesmas Onembute Kab.Konawe)




A. Pendahuluan. 
Merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan dalam pendistribusian dan penggunaan kelambu berinsekstisida untuk mencegah terjadinya penularan malaria adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan kelambu berinsektisida yang baik dan benar termasuk pemeliharaannya serta kualitas dari kelambu tersebut.

Puskesmas Onembute adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Konawe. Letaknya berada di Kecamatan Onembute, yakni wilayah paling ujung yang berbatasan dengan Kabupaten Kolaka. Wilayah kerjanya meliputi 10 desa dengan jumlah penduduk 6.109 Jiwa, yang  terbagi dalam 1.699 KK. Sehubungan dengan kasus malaria, di Puskesmas ini telah tersedia sarana pemeriksaan berupa Laboratorium sederhana dan ditunjuk petugas yang khusus menangani penyakit malaria.
Adapun kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Onembute selama tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut :
1.       Tahun 2008,
-          Malaria Klinis                            : 97
-          Spec darah diperiksa                 : 0
-          Kasus Positif                            : 0
2.       Tahun 2009,
-          Malaria Klinis                            : 30
-          Spec darah diperiksa                 : 0
-          Kasus Positif                            : 0
3.       Tahun 2010,
-          Malaria Klinis                            : 34
-          Spec darah diperiksa                 : 8
-          Kasus Positif                            : 0
Dari data diatas maka Program kampanye kelambu berinsektisida ini sangat diperlukan baik untuk mencegah terjadinya penularan malaria ataupun menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria.

B.      Tujuan
1.   Umum    : Terlaksananya kampanye pendistribusian kelambu kepada penduduk sasaran.

2.    Khusus  :
a.       Tersusunnya rencana aksi kampanye pendistribusian kelambu ditingkat puskesmas.
b.      Tersosialisasinya kegiatan pendistribusian kelambu ditingkat puskesmas
c.       Terlaksananya pelatihan tenaga pembagi kelambu (Kader).
d.      Terlaksananya pendistribusian kelambu kepada penduduk sasaran.
e.   Termonitoringnya pelaksanaan pendistribusian kelambu kepada penduduk sasaran dan pencatatan pembagian kelambu oleh tenaga pembagi kelambu (Kader).
f.        Adanya dokumentasi kegiatan pendistribusian kelambu.
g. Tersusunnya laporan kampanye pendistribusian kelambu termasuk pertanggungjawaban keuangan di tingkat puskesmas.

C.      Hasil

1.       Distribusi Kelambu Berinsektisida

Nama Desa
Jumlah KK
Jumlah Jiwa
Jumlah Bumil
Jumlah Bayi
Jumlah Kelambu dibagikan
Sisa/Stok kelambu yang tdk terbagi
Onembute
195
694
5
18
245
5
Napoosi
285
1.048
6
25
440
5
Trimulya
165
559
5
10
245
5
Kumapo
179
831
12
18
320
5
Ulumeraka
173
595
2
16
231
5
Mataiwoi
216
792
8
17
355
5
Ulu Onembute
97
371
2
0
142
38
Silea
149
546
3
23
200
5
Kasumeia
159
587
7
14
185
5
Tawapandere
94
323
2
8
150
5

2.       Laporan Kegiatan

Nama Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
Tempat
Rencana Biaya
Realisasi Biaya
Tersusunnya rencana aksi kampanye pendistribusian kelambu ditingkat puskesmas
18 Juni 2011
Puskesmas
Onembute


Sosialisasi kegiatan pendistribusian kelambu ditingkat puskesmas
20 Juni 2011
Puskesmas
Onembute


Pelatihan tenaga pembagi kelambu (Kader)
21 Juni 2011
Puskesmas Onembute


Pelaksanaan  pendistribusian kelambu kepada penduduk sasaran.
22 Juni s/d. 25 Juni 2011
10 Desa


Pelaksanaan bimbingan teknis dan monitoring tingkat puskesmas




Penyusunan Laporan
27 Juni 2011





D.      Analisis

1.       Persentase Desa dilaksanakannya Distribusi kelambu :
Jml desa dilaksanakannya distribusi                 = 10  :  10  x  100              = 100 %
dibagi Jml desa dalam pusk/kec
2.       Persentase Desa Endemis :
Jml desa dilaksanakanya distribusi                    = 10  :  7  x  100               = 149 %  
Dibagi Jml desa endemis dalam pusk/kec
3.       Persentase BUMIL yang mendapatkan kelambu :
Jml Bumil yang dapat kelambu dibagi jml          = 52  :  52  x  100             = 100 %
Jml Bumil yang ada
4.       Persentase bayi yang mendapatkan kelambu :
Jml Bayi yang mendapatkan kelambu                = 149  :  149  x  100         = 100 %
Dibagi Jml bayi yang ada
5.       Persentase penduduk yang dilindungi kelambu :
Jml KK x 5 dibagi jml penduduk                        = 1.699 x 5 : 6.109 x 100 = 139 %


E.     Permasalahan
Setelah semua proses pendistribusian kelambu berjalan lancar namun ada beberapa permasalahan yang ada, antara lain :
1.   Ada beberapa penduduk yang tidak berada dirumah sehingga mengharuskan petugas berkunjung ulang kerumah penduduk.
2.      Jumlah Bumil dan Bayi yang ada dilapangan tidak sesuai dengan target.

F.       Penutup
Dari rangkaian kegiatan pendistribusian kelambu dapat di ambil kesimpulan,bahwa semua proses berjalan lancar dan aman, sehingga semua kelambu tersalur merata kepada semua penduduk sasaran.

        


Kamis, 10 Oktober 2013

PUSKESMAS ONEMBUTE KAB. KONAWE KAWASAN TANPA ROKOK


Larangan merokok di tempat umum, terlebih sarana kesehatan sudah lama diberlakukan. Demikian halnya yang diterapkan pada Puskesmas Onembute Kab. Konawe - Sulawesi Tenggara. Begitu masuk pagar puskesmas tidak diperbolehkan ada asap rokok.

Kepala Puskesmas Onembute - Konawe, Husen,SKM mengatakan, baik di ruang tunggu, ruang-ruang pelayanan kesehatan bahkan ruang staf harus steril dari asap rokok. Pihaknya juga memberi ketegasan tidak menyediakan ruang khusus merokok. Jika pengunjung puskesmas ingin merokok, dipersilahkan keluar area Puskesmas.  Pengujung diwajibkan mematikan rokok begitu memasuki pagar area Puskesmas. Bahkan plang larangan cukup besar juga menjadi penegas bertuliskan "PUSKESMAS ONEMBUTE, KAWASAN TANPA ROKOK,” jelas Husen.


Selain plang besar di depan teras puskesmas, di ruang masuk dan di setiap ruang pelayanan kesehatan kami pasang simbol atau kata-kata larangan merokok, agar pengunjung dengan jelas dan tidak lupa pada larangan itu,” terangnya.

“Sampai saat ini memang masih ada masyarakat yang merokok di area Puskesmas, terutama di titik ruang tunggu. Namun kami ingatkan berulang-ulang, papan larangan pun sudah cukup banyak di tempel di dinding - dinding yang dijangkau penglihatan pengunjung. 


Diakuinya, selama berjalan kurang lebih 3 tahun ia menjabat Kepala Puskesmas Onembute, tidak hanya sering menegur pengunjung, kebiasaan para staf puskesmas merokok di area kerja juga ikut ditertibkan. Disyukurinya, para pegawai mudah dikoordinasikan hanya untuk beberapa pengunjung yang terkadang lupa atau memang tidak tahu, dilakukan pendekatan persuasif lewat peneguran yang sopan.

“Yang jelas kami tidak akan menyediakan tempat khusus area merokok. Selama 3 tahun saya disini, larangan itu sudah berjalan, awalnya 1 tahun pertama larangan merokok di dalam gedung, kemudian ditingkatkan larangan merokok di kawasan Puskesmas Onembute yang telah berhasil dijalankan 2 tahun terakhir.   Lebih baik lagi ketika sudah ada dasar hukumnya, mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera membuat perdanya,” ungkapnya.

Ia pun sepakat jika seluruh sarana kesehatan harus bebas asap rokok, oleh karena itu maka pihaknya juga tidak menyediakan ruang khusus merokok. Tidak seperti yang berlaku di restoran, hotel dan lainnya, yang memang customer oriented. Berbeda dengan puskesmas yang berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Kalau di puskesmas kan memang sarana pelayanan kesehatan. Kami jelas melarang. Kalau menyediakan ruangan merokok, sama halnya kami tetap masih mendukung sementara seharusnya manusia itu tidak merokok,” jelasnya kepada onembute.sehat.com


“Semua staf bahkan saya sendiri sering menegur masyarakat yang masih asik mengepulkan asap rokok dari bibirnya. Puskesmas area bebas rokok apalagi banyak pula yang sakit disini kalau ditambah terus maka akan semakin mempengaruhi kesehatan pasien yang sakit lebih awal. Makanya kami tidak menyediakan asbak ataupun tempat merokok,” pungkasnya.

Rabu, 09 Oktober 2013

PUSKESMAS ONEMBUTE KAWASAN TANPA ROKOK



Larangan merokok di tempat umum, terlebih sarana kesehatan sudah lama diberlakukan. Demikian halnya yang diterapkan pada Puskesmas Onembute Kab. Konawe - Sulawesi Tenggara. Begitu masuk pagar puskesmas tidak diperbolehkan ada asap rokok.

Kepala Puskesmas Onembute, Husen,SKM mengatakan, baik di ruang tunggu, ruang-ruang pelayanan kesehatan bahkan ruang staf harus steril dari asap rokok. Pihaknya juga memberi ketegasan tidak menyediakan ruang khusus merokok. Jika pengunjung puskesmas ingin merokok, dipersilahkan keluar area Puskesmas.  Pengujung diwajibkan mematikan rokok begitu memasuki pagar area Puskesmas. Bahkan plang larangan cukup besar juga menjadi penegas bertuliskan "PUSKESMAS ONEMBUTE, KAWASAN TANPA ROKOK,” jelas Husen.

“Selain plang besar di depan teras puskesmas, di ruang masuk dan di setiap ruang pelayanan kesehatan kami pasang simbol atau kata-kata larangan merokok, agar pengunjung dengan jelas dan tidak lupa pada larangan itu,” terangnya.

“Sampai saat ini memang masih ada masyarakat yang merokok di area Puskesmas, terutama di titik ruang tunggu.  Namun kami ingatkan berulang-ulang, papan larangan pun sudah cukup banyak di tempel di dinding - dinding yang dijangkau penglihatan pengunjung. 



Diakuinya, selama berjalan kurang lebih 3 tahun ia menjabat Kepala Puskesmas Onembute, tidak hanya sering menegur pengunjung, kebiasaan para staf puskesmas merokok di area kerja juga ikut ditertibkan. Disyukurinya, para pegawai mudah dikoordinasikan hanya untuk beberapa pengunjung yang terkadang lupa atau memang tidak tahu, dilakukan pendekatan persuasif lewat peneguran yang sopan.

“Yang jelas kami tidak akan menyediakan tempat khusus area merokok. Selama 3 tahun saya disini, larangan itu sudah berjalan, awalnya 1 tahun pertama larangan merokok di dalam gedung, kemudian ditingkatkan larangan merokok di kawasan Puskesmas Onembute yang telah berhasil dijalankan 2 tahun terakhir.   Lebih baik lagi ketika sudah ada dasar hukumnya, mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera membuat perdanya,” ungkapnya.



Ia pun sepakat jika seluruh sarana kesehatan harus bebas asap rokok, oleh karena itu maka pihaknya juga tidak menyediakan ruang khusus merokok. Tidak seperti yang berlaku di restoran, hotel dan lainnya, yang memang customer oriented. Berbeda dengan puskesmas yang berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Kalau di puskesmas kan memang sarana pelayanan kesehatan. Kami jelas melarang. Kalau menyediakan ruangan merokok, sama halnya kami tetap masih mendukung sementara seharusnya manusia itu tidak merokok,” jelasnya kepada onembute.sehat.com


“Semua staf bahkan saya sendiri sering menegur masyarakat yang masih asik mengepulkan asap rokok dari bibirnya. Puskesmas area bebas rokok apalagi banyak pula yang sakit disini kalau ditambah terus maka akan semakin mempengaruhi kesehatan pasien yang sakit lebih awal. Makanya kami tidak menyediakan asbak ataupun tempat merokok,” pungkasnya.

Selasa, 08 Oktober 2013

Bupati Konawe Kunjungan Kerja di UPTD Puskesmas Onembute




Sejak dilantik tanggal 17 Juni 2013 untuk pertama kalinya sebagai Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Onembute pada hari Rabu tanggal 2 Oktober 2013. Kunjungan Kery Saiful Konggoasa tersebut dalam rangka meninjau langsung kemajuan pembangunan dan kinerja aparatur yang ada di Wilayah Kecamatan Onembute. 
Sebagai institusi yang pertama dikunjungi di Kecamatan Onembute adalah Puskesmas Onembute, Pada kunjungan di Puskesmas Onembute tersebut beliau melihat langsung semua kondisi fisik bangunan, ruangan pelayanan dan perlengkapan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Onembute, tak ketinggalan juga Bupati Kery Saiful Konggoasa  dengan gayanya yang gaul serta penuh keakraban melakukan wawancara dan tanya jawab langsung dengan jajaran staf Puskesmas Onembute.
Dalam kunjungan kerja di Puskesmas Onembute ini  Pak Kery sangat mengapresiasi kinerja staf dan penampilan Puskesmas Onembute. "Ini puskesmas bagus, semua ruangan dan peralatannya tertata rapi dan bersih, kalian juga bekerja sudah sangat bagus, punya pencatatan dan penampilan data yang teratur, lengkap" ujarnya.
Pada kesempatan itu Kepala Puskesmas Onembute, Husen, SKM.,M.Kes melaporkan kepada Bupati Konawe bahwa selama 3 tahun terakhir ini staf Puskesmas Onembute telah menunjukkan prestasi yang gemilang dalam menjalankan upaya-upaya kesehatan masyarakat sehingga selama 3 tahun
berturut-turut telah mengutus tenaga kesehatan teladan di tingkat nasional.
Husen juga menambahkan bahwa salah satu keberhasilan yang menonjol adalah berubahnya perilaku masyarakat, contohnya perilaku masyarakat dalam pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang sudah mencapai 100%..  "Keberhasilan yang kami capai selama ini pak bupati....... berkat kerja keras dan kerja cerdas semua jajaran staf Puskesmas Onembute, dan yang paling menunjang karena adanya dukungan masyarakat dan Pemerintah di Kecamatan Onembute, terutama yang tak kalah pentingnya juga karena dukungan dari Dinkes Kabupaten Konawe dan Dinkes Provinsi Sultra.
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa juga mengapreasiasi dan mendukung semua prestasi dan keberhasilan kegiatan yang telah dicapai serta ditingkatkan.  "Prestasi yang telah dicapai puskesmas Onembute ini bukan hanya akan dipertahankan tetapi harus lebih ditingkatkan, laporkan saja setiap kebutuhan yang mendesak di puskesmas ini, kalu perlu langsung minta kepada saya". ujar Bupati Konawe yang merakyat dan suka blusukan ini. 
Beliau juga menegaskan, "Ada 3 hal pokok yang harus diperhatikan pada masyarakat, apakah mereka makan, apakah anaknya bersekolah dan apakah mereka sehat, dan untuk menjamin masyarakat sehat maka fasiltasnya juga harus memadai,  apalagi puskesmas onembute ini telah dijadikan percontohan dan tempat studi banding bagi puskesmas lain di Kabupaten Konawe bahkan dari beberapa Kabupaten lain di Sultra pernah studi banding di puskesmas onembute ini". pungkasnya.